Saturday, November 18, 2017
  Diriku Adalah Sekarung Kata-Kata Kau suka warna biru karena warna biru adalah alas bagi puisi-puisi yang kau tulis setiap pagi. Katamu sudah lama kau tidak membuka pintu bagi puisi-puisi. Beberapa hari yang lalu Kau lebih suka pada uang daripada kenangan akhirnya kau sadar dan melihat dirimu dicermin yang...
. SENJA DI DHAMMADESA Bersama Patria Buleleng Aku menaruh hati Pada sayur mayur menebar sapa Buah jambu mengharap senyum Rumput hijau teramat ramah Juga batas timur, memeluk Memberi salam hangat Sang Buddha menggenggam doa Yang datang bersama wangi dan asap dupa Di dalam pondok berdiri menepis hujan Aku menyentuh dingin yang...
DI PERSIMPANGAN PENDAPAT di desa ini anak-anak tak berhak menghentikan kematian anak-anak hanya boleh bermain dengan ketegangan kelamin dan keasaman senja yang tak tertebak di desa ini pohon-pohon pencakar langit wajib menggantung kebahagiaan untuk anak-anak di ketinggian yang mustahil: serangga-serangga penggigit menanti di jarak yang mematikan; keruncingan bumi mestilah mencintai punggung anak-anak yang...
JULI UNTUK SHERLIN Figur: Sherlin Devakosasi Tetesan hujan menjadi kisah bulan juli Sherlin bocah kecil yang sedang bernyanyi lalu menari Diantara rintikan hujan yang turun penuh simponi Kau merasakan senang lalu bahagia menyambut kisahmu bulan ini Ada teman baru, lalu kau menulis huruf tiap huruf...
MENANTI MUSNAH   Aku hampir musnah terlempar api yang memercikku dengan riciknya pijar nyala. Kujalani Titian ilahi Menelungkupkan pelaku dosa tak berdaya di hadapan tuhannya. Aku panjangkan seutas ayat-ayat Karunia semesta tercatat dalam lembar-lembar kitab suci, agar lebih hancur sepi padaku, ke tubuhku Pun...
. JEMARI WAKTU jemari waktu merangkum dalam hening senja dan ranting ranting pohon tertunduk sunyi terbaca syahdu dari untaian awan kelabu menanti malam hadir bersama hangatmu hari adalah mesin hitung penuh dengan angka-angka yang kita tahu sementara kita tetap melaju mengarung nasib yang sudah tak lagi...
BERTAMU KE PERBATASAN Subuh memecah embun di tepian pagi gigirnya memburuku melewati jati jati tua selembar daunnya jatuh serupa ingatan menggantung di jalan setapak tak bernama tapi pucuk ilalang isyaratkan tanah pengasingan aromanya kukecap ditarikan nafas yang hentikan degup dari beban rindu Seseorang belum juga terjaga "Apa kabar?...
KELABU Di lorong masa lalu Ia menjelma abu Hilang dan kelabu Menjadi waktu Menjadi waktu adalah menu makan malam kegemarannya Kelabu adalah warna tubuhnya di siang hari Menjelma abu adalah judul cerita yang ia bakar sebelum sempat terbit Masa lalu adalah tanda-tanda ia menjadi waktu Lalu ia bertanya...
  UNTUK SEMALAM DI GEREJA FRANSISKUS XAVERIUS, KUTA   Jika kau lahir di kamarku mungkin manusia tak mengenal apa sesungguhnya perkara hidup   Jika kau lahir di ruang tamuku mungkin dingin tak bercumbu di setiap gang buntu papa menghabiskan resah   Jika kau lahir di dapurku mungkin pedih tak kau rasa sebagai serpih...
. BAIT PEMBUNUH Kupaksakan merawat ingatku Perjuangan suara dan kemegahan pemikiranmu Tekadku ingin setara denganmu Kau lebih mulia bersama bait Bunga dan Tembok itu! Maka kupertegas bahwa aku sedang melawan lupa Bait-baitmu membunuh nafsu angkara nan angkuh Karena keadilan seperti mimpi bertemu orang baik di gedung megah...
- Advertisement -

I'M SOCIAL

0FansLike
5,142FollowersFollow
65,112FollowersFollow
15,354SubscribersSubscribe