Saturday, November 18, 2017
Cerpen: Oktaria Asmarani SETIAP pukul setengah lima pagi, bapak selalu keluar rumah lewat pintu samping. Ia hendak sembahyang. Agak aneh bagiku. Sebab sepengetahuanku, mestinya kami sembahyang tepat pukul enam. Setelah itu disusul enam jam kemudian, dan enam jam setelahnya...
Cerpen: Agus Wiratama MATAHARI memang selalu memberi senyum. Begitu pula sebaliknya, langit mendung selalu menanam kesedihan yang dalam. Sawah yang sangat luas selalu ada hubungannya dengan kehadiran matahari mengisi hari. Hujan yang indah pun diabaikan. Ia selalu dianggap membawa kesedihan....
Cerpen: Surya Gemilang /1/ Oh, Jaden Seorang pria bernama Jaden terjun dari atap sebuah gedung tujuh lantai. Selama di udara, wajahnya menghadap ke bawah, ke arah orang-orang yang menyaksikan dirinya melompat dari atap gedung itu. “Jangan bunuh diri, Tuan!” teriak seseorang di...
DUA tupai, Cempa dan Sanda, bertualang ke tengah hutan. Mereka mengembara dari dahan ke dahan dan mendapat kegembiraan di sana. Berbagai pohon besar maupun kecil mereka sambangi. Pada banyak pohon mereka mendapatkan keunikan yang membuat mereka merasa terhibur. Saking asyiknya,...
Cerpen Komang Astiari PARA ibu berseliweran di pasar pagi ini. Cuaca tidak begitu cerah. Seperti biasa aku menggelar barang daganganku di emperan dekat tangga pasar. Dengan rapi dan penuh suka cita. Diam- diam ada seorang gadis, aku tidak tahu pasti...
SINGA, si raja hutan berkeliling hutan melihat-lihat rakyatnya. Nyanyian burung dan canda tawa binatang menyambut si Singa. Apalagi, sejuknya udara dan cerahnya mentari pagi dari celah-celah lambaian daun-daun pohon. “Sungguh damai hutan kerajaanku ini,” kata Singa dengan rasa lega dan...
Tak ada alasan lagi untuk berjumpa. Kini kau menjelma burung plastik yang hendak terbang entah ke mana. Api telah membakarmu, membuatmu kusut bagai benang yang tak terurus. Kau melayang, mengikuti isyarat asap yang seolah-olah mengajakmu menuju senja. Kini tak...
TERIK sang surya menyinari hutan cemara. Burung-burung berkicau menghibur binatang-binatang lainnya yang sedang sibuk mengumpulkan makanan. Para binatang itu mengumpulkan makanannya di sarang mereka masing-masing. Sedangkan, Tikus Tanah sibuk menggali tanah. “Tikus Tanah, apa yang sedang kamu lakukan?”  tanya Semut...
Cerpen Wulan Dewi Saraswati Gelisah di pengujung Juli semakin menjadi. Setiap pagi kegelisahan itu aku rayakan dengan segelas kopi. Gelas mungil motif Lili Merah kupilih sebagai gelas ritual ini. Tidak begitu menarik, hanya saja tradisi membuat kopi pagi hari semakin...
Cerpen: Fatah Anshori WARIMIN benar-benar kesengsem dengan eseman Wartini pada awal 2009. Ketika ia pertama kali mengenal internet dari hape poliponik yang ia peroleh dengan menyisihkan gaji kerja serabutan. Memang lelaki tiga puluh lima tahun ini, terkenal masih bujang. Sekalipun...
- Advertisement -

I'M SOCIAL

0FansLike
5,142FollowersFollow
65,112FollowersFollow
15,354SubscribersSubscribe