Saturday, November 18, 2017
  Cerpen: Muhamad Kusuma Gotansyah MALAM itu seseorang memenggal kepalaku di lorong sepi itu, kemudian mengambil kepalaku dan menaruhnya di dalam sebuah karung kecil. Dari celah-celah kecil di karung itu, aku dapat melihat bahwa orang itu membawaku berjalan ke halte lalu...
  SUATU pagi kita dipertemukan di suatu tempat yang penuh dengan bunga-bunga, kumbang yang bercumbu dengan madu, rerumputan yang bergoyang di atas kaki-kaki telanjang, udara yang segar hingga membuatku lupa caranya menutup hidung yang terbiasa oleh polutan. Aku rasakan kelembutan...

Siat Wengi

  Cerpen: Made Adnyana Ole BEGITU bangun dari tidur, Ming Tabo langsung berlari keluar rumah. Matahari baru saja muncul. Ia berlari ke kebun belakang rumah. Ia ingin melihat tetes darah di atas daun pisang. Tapi tak ada tetes darah. Ia kemudian...
  Cerpen: Devy Gita DAUN-DAUN kamboja menggigil, menerjemah lembut bisikan angin. Dalam diam, para Dwarapala, patung-patung penjaga memasang mata awas menyisir pekatnya malam. Langit tampak tenang dan terang. Gerombolan bintang menunggu sabar waktu berjaga menemani kepuh tua yang masih berdiri dengan...

Rimba

  Cerpen: Jaswanto AKU tak pernah ragu dengan kekayaan Indonesia. 17.000 pulau dan hampir 110 juta Hektar hutan tropis, dari Aceh hingga Papua. Semua memberi kehidupan bagi kita. Hutan yang dilindungi dengan aturan hukum, idealnya tidak akan tersentuh oleh tangan manusia....

Cerita Di Balik Penjara

  SEMUA ini berawal pada malam penghujung September 1965, Indonesia mengalami politik yang berdarah. Salah satunya ditandai dengan penculikan dan pembunuhan jendral angkatan darat. Itu juga adalah awal aku bisa masuk ke dalam jeruji besi yang sempit dan engap ini,...

Intuisi

  Cerpen: Devy Gita “Menurutku, hanya lelaki pengecut yang mendekati wanita yang sudah menjalani prosesi sakramen pranikah di gereja.” Bram mengepalkan tangannya. Rahangnya mengeras, alis tebalnya tertaut, napasnya pun tak teratur. “Kau pun seharusnya sadar akan dirimu, kita sudah bersama selama 6 tahun,...
  WAJAH manis itu namanya Ais. Perempuan yang kukenal dengan kebetulan yang direncanakan. Saat itu hampir tengah malam, di sudut lapangan yang disulap sedemikian rupa menjadi pusat hiburan rakyat atau pasar malam. Pasar malam yang memang menjadi agenda wajib dari...

Salah Sambung

  Cerpen: Dee Hwang Perempuan di seberang telepon masih belum berhenti menangis. Bahuk mengira itu telepon dari kekasihnya. Jam-jam segini, biasanya ia belum tidur. Memang satu keajaiban buat kekasihnya yang perokok itu bila ia bangun hanya untuk menjalankan ibadah. Namun, meski memang...
  Cerpen: Yusna Safitri Kau lelaki penuh tanda tanya, penuh teka-teki, dan penuh dengan misteri yang ingin segera aku pecahkan. HADI. Begitu aku memanggilnya. Perkenalan singkat melalui media sosial membuatnya masuk ke dalam kehidupanku, tentu saja dengan berbagai kenangan yang sulit...
- Advertisement -

I'M SOCIAL

0FansLike
5,142FollowersFollow
65,112FollowersFollow
15,354SubscribersSubscribe