Saturday, November 18, 2017
  Cerpen: Yusna Safitri Kau lelaki penuh tanda tanya, penuh teka-teki, dan penuh dengan misteri yang ingin segera aku pecahkan. HADI. Begitu aku memanggilnya. Perkenalan singkat melalui media sosial membuatnya masuk ke dalam kehidupanku, tentu saja dengan berbagai kenangan yang sulit...
. SEBUAH KENANGAN DALAM BOTOL BIR Didalam café tergeletak botol bir Seorang pria memandangnya Tiap denting jam bergetar Tak berkutik diam membisu Mulutnya terkunci rapat Tak bersuara tertelan gelap Botol bir tak ia sentuh Bukan tak mau diteguk Tapi ada kenangan dalamnya Bukan kadar alkohol yang memabukkan Kenangan tentangmu Tersimpan rapi disana Saat...
  Cerpen: Agus Wiratama SENJA menjalarkan semburat cahayanya sepanjang mata menjaring warna. Terlihat tiga orang sedang berjalan dengan mesra sambil berpegangan tangan meninggalkan jejak kaki mungil. Sementara itu langit yang samar-samar masih bisa disaksikan birunya menawarkan waktu untuk menembus hari. Batu...
KELABU Di lorong masa lalu Ia menjelma abu Hilang dan kelabu Menjadi waktu Menjadi waktu adalah menu makan malam kegemarannya Kelabu adalah warna tubuhnya di siang hari Menjelma abu adalah judul cerita yang ia bakar sebelum sempat terbit Masa lalu adalah tanda-tanda ia menjadi waktu Lalu ia bertanya...
  BAGAIMANA jika seniman tato jatuh cinta kepada seorang perempuan yang ditatonya? Ya, biasa-biasa saja. Sama dengan dokter jatuh cinta pada pasiennya, pelukis pada model yang dilukisnya, atau cinta tukang kredit pada nasabahnya. Tapi seniman tato yang jatuh cinta, lalu pacaran...
  Cerpen: Alif Febriyantoro             Ya. Saya tahu, bahwa saya adalah wanita yang belum mengerti tentang kepergian. Tapi pada akhirnya saya sudah berada di sebuah kereta menuju kota Yogyakarta. Pada akhirnya saya pun pergi. Meninggalkan kota Jember, meninggalkan  rumah, meninggalkan suami...
  Cerpen: Dee Hwang PAGI ini, Remuna bangun tidur dengan wajah berseri-seri. Tidak ada yang lebih menyenangkan hatinya kecuali perumpamaan bahwa cinta mungkin sudah berbalas baginya. Ketika ia menghadapi kaca dan menemukan sehelai bulu mata jatuh di atas pipinya, ia langsung teringat...
  Cerpen: Devy Gita LAUT, aku datang lagi. Kembali menduduki pasirmu yang kasar. memandangimu yang sedang tenang saat ini. Hembusan angin menggelitik pipiku lalu menelusup di belakang telinga. Kau selalu bisa memanjakanku dengan caramu. Karena itu, aku selalu datang dan datang...
  TERINGAT suatu pagi, ketika tahun ajaran baru dimulai, anak-anak Paud terperangah. Ada banyak mainan. Mereka bingung harus memainkan yang mana terlebih dahulu. Akhirnya, mereka memainkan semua permainan yang ada. Namun mereka main tidak sampai selesai. Mereka memberantakkan mainanya begitu...
  Cerpen: Ferry Fansuri WAJAH-wajah kecut, kusam dan buram terlihat keramaian di sana. Tidak ada tanda kemenangan hanya geram dan gemeretak gigi menahan amarah menuju ubun-ubun menimbulkan kepul asap kepedihan. “Bang, ini tak bisa dibiarkan” Suara serak tersendak di dalam kerongkongan tenggorok diantara...
- Advertisement -

I'M SOCIAL

0FansLike
5,142FollowersFollow
65,112FollowersFollow
15,354SubscribersSubscribe