Sunday, November 19, 2017
  NAMAKU Nando. Malam kembali hadir dengan suguhan bintang di langit menghiasi perjalanan hariku, kali ini aku menikmati masa liburku  setelah sekian penat dan lelahku seusai kegiatan KKN dan PPL Real di kampus. Senggang sedang menghampiriku meskipun tugas dari kampus masih...
. BAIT PEMBUNUH Kupaksakan merawat ingatku Perjuangan suara dan kemegahan pemikiranmu Tekadku ingin setara denganmu Kau lebih mulia bersama bait Bunga dan Tembok itu! Maka kupertegas bahwa aku sedang melawan lupa Bait-baitmu membunuh nafsu angkara nan angkuh Karena keadilan seperti mimpi bertemu orang baik di gedung megah...
  Cerpen: Muhamad Kusuma Gotansyah MALAM itu seseorang memenggal kepalaku di lorong sepi itu, kemudian mengambil kepalaku dan menaruhnya di dalam sebuah karung kecil. Dari celah-celah kecil di karung itu, aku dapat melihat bahwa orang itu membawaku berjalan ke halte lalu...
. JEMARI WAKTU jemari waktu merangkum dalam hening senja dan ranting ranting pohon tertunduk sunyi terbaca syahdu dari untaian awan kelabu menanti malam hadir bersama hangatmu hari adalah mesin hitung penuh dengan angka-angka yang kita tahu sementara kita tetap melaju mengarung nasib yang sudah tak lagi...
. SENJA DI DHAMMADESA Bersama Patria Buleleng Aku menaruh hati Pada sayur mayur menebar sapa Buah jambu mengharap senyum Rumput hijau teramat ramah Juga batas timur, memeluk Memberi salam hangat Sang Buddha menggenggam doa Yang datang bersama wangi dan asap dupa Di dalam pondok berdiri menepis hujan Aku menyentuh dingin yang...
  SUATU pagi kita dipertemukan di suatu tempat yang penuh dengan bunga-bunga, kumbang yang bercumbu dengan madu, rerumputan yang bergoyang di atas kaki-kaki telanjang, udara yang segar hingga membuatku lupa caranya menutup hidung yang terbiasa oleh polutan. Aku rasakan kelembutan...
. UPAS TAWUN Kau akhirnya percaya Mimpi adalah pertanda Seekor gagak menikam jantung anakmu malam itu Sampai kini ia lemas tanpa daya Tapi akan kuberi satu rahasia Peruwat segala yang kau percaya Meski malam telah datang Sekarang pergilah ke ladang Susurlah pematang dengan berjalan ke belakang Sampai...

Siat Wengi

  Cerpen: Made Adnyana Ole BEGITU bangun dari tidur, Ming Tabo langsung berlari keluar rumah. Matahari baru saja muncul. Ia berlari ke kebun belakang rumah. Ia ingin melihat tetes darah di atas daun pisang. Tapi tak ada tetes darah. Ia kemudian...
. SATU SURAT DAN 5 PUISI UNTUK D Bagian I : Surat (Ia mulai membacakan surat yang telah selesai ia tulis) Ketika kau membaca surat ini, berarti aku telah mati. Aku dibunuh ilusi. Suara. Rupa. Dan entah apa. Kuulang lagi, kalimat yang tak pernah luput di...
. TELUK PADANG BAI di bagian yang paling senyap dari pulau yang tidak pernah gelap sarkopagus tua itu terdampar menjadikan aku tawan karang membawa aku ke peluk paling terkutuk karena peluk itu, teluk itu, ternyata rumah pasir penyu batu paling lampau dekat sekali dengan pelabuhan malam dekat sekali dengan hutan...
- Advertisement -

I'M SOCIAL

0FansLike
5,142FollowersFollow
65,111FollowersFollow
15,353SubscribersSubscribe