Ilustrasi diolah dari foto Mursal Buyung dan sumber Google

.
DON QUIXOTE

[i]
don quixote de la macha, kestaria yang dilahirkan cawan-cawan imajinasi, tak menghindar dan dengan sepenuh hati setulus kebodohan menerjunkan diri kepada ruang ilusi

[ii]
don quixote de la macha, menata tubuh rozinante untuk ditunggangi menuju petualangan-petualangan yang nantinya akan memberi luka dan bahagia pada tubuh lelaki tua itu

[iii]
don quixote de la macha, tak ragu menebaskan pedangnya ke arah udara yang ia anggap sebagai bisik-bisik penyihir jahat dan setan yang ingin mengantarnya ke neraka

[iv]
don quixote de la macha, menemukan sancho sebagai pembantu setia yang lebih pintar meski menjadi sama bodoh akhirnya untuk bersama mengatakan tuannya itu adalah ksatria

[v]
don quixote de la macha, ksatria yang selalu celaka dengan niat baik sepenuh jiwa dan raga yang terlampau lepuh sekadar untuk mengikrarkan nama dulcinea del toboso

[vi]
don quixote de la macha, kegilaan adalah kegilaan yang kian menggejala untuk segala khayalan tentang kastil, peperangan, topi pelindung, atau buku yang berbahaya itu

[vii]
don quixote de la macha, menderitalah segala yang tak hendak diperintah oleh nalar, terbaringlah tubuh 50 tahun itu untuk sadar bahwa kematian adalah pengingat paling baik

2017

SHARE
Previous articleSusanta Dwitanaya: Seni Rupa Menjadi Roh Kehidupan untuk Menulis
Next articleLelaki Garam
Muhammad Husein Heikal

Kelahiran Medan. Ia menulis puisi, juga cerpen dan esai, yang termuat The Jakarta Post, Horison, Kompas, Media Indonesia, Republika, Analisa, Riau Pos, Pikiran Rakyat, Minggu Pagi, Lampung Post, dll. Puisinya termasuk dalam antologi Pasie Karam (Temu Penyair Nusantara 2016) dan Matahari Cinta Samudra Kata (Hari Puisi Indonesia 2016).

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY