Foto: FB/Agung Putradnyana

 

HARI ini, saat Hari Raya Galungan, sebenarnya adalah hari yang cocok untuk mencari jodoh bagi para kaum tuna asmara, khususnya lelaki. Begini caranya, silakan datang ke Pura Desa, Puseh, atau Dalem, seorang diri. Tentu, inti niatnya adalah berhari raya, mendekatkan diri dengan Tuhan. Silakan bersembahyang dengan kusyuk.

Setelah itu, beristirahatlah di wantilan Pura. Sembari menikmati buah dari soda yang telah dihaturkan. Ketika buahnya telah habis kau santap, di sini triknya dimulai, liriklah sekitar. Kanan dan kiri, upayakan kau menemukan perempuan, yang wajahnya sesuai dengan seleramu.

Tapi, jangan lupa juga berpikir apakah wajahmu sesuai dengan seleranya. Ini penting, untuk mengurangi kesenjangan antara harapan dan kenyataan. Dan, pastikan dia juga sendiri, prinsipnya, jangan membuka ruang konflik ketika hari raya.

Oke, singkat cerita ketika kau sudah temukan targetmu. Mendekatlah. Duduk di sampingnya dan sapa dia. Berkenalanlah. Jabat tangannya. Di sini, poin paling penting harus diingat. Ketika kau berjabat tangan, rasakan tekstur tangannya. Halus atau kasar. Perempuan yang tangannya kasar ketika Galungan, adalah mereka yang bergelut dengan busung dan semat.

Pastikan tanganmu juga kasar, karena asumsinya kau mekebek dengan ambu, ental, blakas, dan talenan beberapa hari sebelum Galungan. Ini untuk mengantisipasi para perempuan yang juga melakukan teknik serupa.

Kalau kau temukan yang tangannya masih halus, kau perlu berpikir lebih dari satu kali. Karena bisa saja mereka justru bermain dengan alat make up atau gadget beberapa hari sebelumnya. Saranku, pilihlah yang kasar, setidaknya ada harapan bahwa Ibu dan Ayahmu kelak akan lebih terbantu.

Setelah itu, jangan lupa bertukar nomor telepon. Kalau ini kau sampai lupa, bahaya. Karena yang mengejarnya mungkin bukan hanya kamu. Sainganmu pasti banyak. Dengan punya nomor telepon, setidaknya kau bisa berkomunikai dengan lebih intens. Beradu gombal dengan para sainganmu.

Esok hari, tawari, ajak dia pergi jalan-jalan. Jangan ke Bedugul atau Jembatan Plaga, karena jalur ke sana pasti dipenuhi anak alay dengan knalpot motor yang amat mengganggu dan bendera yang mereka bawa layaknya supporter tim sepak bola. Carilah opsi tempat lain yang lebih nyaman.

Setelah itu, lakukan dengan caramu sendiri. Terus dekati, jangan over. Karena perempuan itu pada dasarnya suka ditarik ulur, maksudnya pada tahap pendekatan. Kalau sudah jadi, mereka justru sangat membenci tarik ulur itu. Mainkan tempo, lakukan dengan elegan. Satu lagi, jangan lupa minta restu Tuhan. Tanpa restu-Nya tips tadi hanya bualan.

Aku rasa cuma itu, jangan dibaca terlalu serius. Seduh dulu kopimu, nikmati dengan jaja uli dan tape ketanmu. Nikmati indahnya Hari Raya Galungan.

Selamat Hari Raya Galungan semeton sami, dumogi stata ngemolihang karahayuan saking Hyang Widhi. (T)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY