Diklat Kehumasan di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta pada tanggal 11-14 September 2017.

 

HUMAS, satu bidang yang sangat baru bagi saya. Teringat 1 Juli 2015, hari pertama dalam perjalanan hidup, saya bekerja di bidang ini. Sekali lagi bidang yang benar-benar baru. Perlu adaptasi yang lumayan memerlukan usaha saat pertama kali memasuki bidang dan dunia kerja yang baru ini.

Saya diterima sebagai CPNS pada Sub Bagian Pemberitaan, Bagian Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Buleleng. Satu sub bagian pada Bagian Humas dan Protokol dengan tugas pokok dan fungsi “memberitakan” ataupun “mewartakan” segala kegiatan dan program Pemkab Buleleng.

Nah, seperti namanya, Pemberitaan, pasti berhubungan dengan yang namanya berita. Tugas pokok dan fungsi saya disana adalah mengikuti segala kegiatan Bupati dan Wakil Bupati, dokumentasi dan memberirakannya di media baik itu media umum dan media sosial. Guna mempelajari tupoksi tersebut, saya menyerap ilmu dan berdiskusi dengan wartawan yang merupakan partner kerja saya di pemberitaan. Beberapa wartawan memberikan ilmunya dan berdiskusi dengan saya terutama mengenai penulisan berita atau siaran pers.

Selain itu, pendidikan dan latihan (diklat) juga saya ikuti. Salah satunya adalah Diklat Kehumasan yang diselenggarakan Pusat Pengembangan Kapasitas dan Kerjasama (PPKK) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta pada tanggal 11-14 September 2017. Ada beberapa materi penting yang diberikan dan sangat bermanfaat bagi kerja dan tugas saya.

Salah satu materi dalam diklat ini adalah Penulisan Siaran Pers yang diberikan oleh Dosen Pengajar Ilmu Komunikasi Fisipol UGM yang kebetulan berasal dari Bali, Bapak I Gusti Ngurah Putra. Bagi teman-teman wartawan mungkin ini merupakan hal yang sudah biasa dijumpai tapi menjadi penting bagi saya dan para penulis berita pemula lainnya.

Siaran Berita/Pers atau Press Release menurut seorang ahli adalah sebuah format komunikasi yang biasanya digunakan berbagai organisasi, termaauk pemerintah untuk menyediakan informasi kepada media massa. Siaran Pers merupakan format tulisan yang dapat dikirim ke media untuk dapat dimuat sebagai berita dalam media massa. Siaran menggunakan format penulisan berita, terutama straight news.

Siaran pers khususnya dari pemerintah daerah terkadang hanya lewat begitu saja di media massa. Ada yang dimuat penuh, dimuat dengan modifikasi, ataupun digunakan sebagai starting point. Namun, lebih banyak masuk ke tong sampah alias tidak dipakai. Siaran pers tidak dimuat media dikarenakan tidak sesuai dengan karakter media, tidak mengandung unsur kelayakan berita, siaran pers diragukan kebenarannya, tidak dituangkan dalam bahasa yang baik dan benar, kalah bersaing dengan siaran pers lain serta bukan berita tapi promosi.

Oleh karena itu suatu berita atau siaran pers harus memiliki nilai (news value). News value tersebut diantaranya significance atau seberapa penting berita tersebut. Magnitude atau skalanya yang besar. Timeliness yang berarti berita aktual, Prominence yaitu melibatkan tokoh penting, Proximity atau dekat dengan khalayak dan human interest atau mengandung sisi manusiawi.

Suatu berita atau berita langsung biasanya memiliki struktur penulisan piramida terbalik. Maksudnya adalah penempatan fakta paling penting di awal tulisan dilanjutkan dengan fakta-fakta yang kurang penting.

Penulisan berita ataupun siaran pers harus bisa menjawab unsur 5W 1H. Hal ini mungkin lazim bagi para wartawan yang sudah biasa menulis berita.

Namun, bagi saya ataupun penulis pemula, bisa menjawab unsur tersebut menjadi sangat penting. 5W 1H tersebut adalah pertama What yaitu apa yang terjadi, who yaitu siapa yang terlibat, why yaitu mengapa kejadian tersebut terjadi, where yaitu dimana kejadian tersebut terjadi, when yaitu kapan terjadi dan how yaitu bagaimana kejadiannya.

Salah satu ilmu dari kota gudeg (sebutan untuk kota yogyakarta) ini menjadi sangat penting bagi saya khususnya. Setelah mendapatkan teori, kami peserta diklat melakukan simulasi penulisan siaran berita. Saat itu Bapak I Gusti Ngurah Putra memberikan beberapa sarannya untuk tulisan saya.

Saran tersebut antara lain pengambilan ide atau hal yang menarik dalam sebuah berita, penulisan lead pada berita dan tidak mengulang kata yang sudah dipakai. Ilmu dan saran ini sebisa mungkin akan saya terapkan di dunia kerja saya.

Semoga ilmu ini juga bermanfaat bagi semua orang terutama yang baru memulai untuk menulis. (T)

Baca juga: Medsos, Humas, dan Hal-hal yang Belum Saya Ketahui

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY