Nyoman Erawan #erACTion (2015)

KELABU

Di lorong masa lalu
Ia menjelma abu
Hilang dan kelabu
Menjadi waktu

Menjadi waktu adalah menu makan malam kegemarannya
Kelabu adalah warna tubuhnya di siang hari
Menjelma abu adalah judul cerita yang ia bakar sebelum sempat terbit
Masa lalu adalah tanda-tanda ia menjadi waktu

Lalu ia bertanya apakah 2+2 masih =4
Untuk memastikan bahwa angka-angka pada kalender masih bilangan rasional
Dengan darah di ujung kukunya ia melingkari hari-hari dimana ia batal bertafakur
Kemudian ia menjadi mayat yang tak sempat dimandikan

Di hilang kalbu
Abu kelabu
Ia menjadi batu
Yang malu

2017

PUTIH

Seiring jantung yang kian bocor
Kau mulai mengingat warna-warna
Yang dulu kau peluk di taman kanak-kanak
Yang mengingatkanmu pada Tuhan

2017

HIJAU

Ketika kau makan sayur
Kau takut dirimu menjelma hijau
Seperti mayat-mayat di museum
Dan hantu-hantu di dongeng

Tetapi seiring jantung yang bocor,
kau mulai mencintai sayur dan mayat
Entah apa yang membuat keduanya saling benci
“Mungkin karena pestisida dan formalin.”

2017

MERAH

Merah marah ketika kau ramah
Ketika kau ramah, marah memerah
Dan marah menjadi darahmu yang merah
Merah adalah warna yang kau lukis di dada minyak jelantah

Hidup susah
Kau peramah yang marah

2017

HITAM

Kau mengumpat karena malam tak hitam
Kau rindu hitam yang memelukmu
Hitam hanya warna yang penyedih
Hitam hanya kesedihan yang tak sempat menangis

Lalu kau lihat dunia;
ranjangmu hitam
rumahmu hitam
sarapanmu hitam
sepatumu hitam
celanamu hitam
pekerjaanmu hitam
bosmu hitam
stasiunmu hitam
jalan pulangmu hitam
tubuhmu hitam

2017

KUNING

Ia gemar beku di atas gurun
Membelenggu laut mati

Juga melayang di atas batu
Memeluk bara api

Lalu matahari menjenguk
Ketika kau ditemani diagnosa kanker

Dan kau takut jika kau salah lihat
Matahari atau neraka atau masa lalu

2017

BIRU

Kau beku
Menjelma biru
Dingin dan kaku
Disimpan dan dipaku

Kau mengingat yang telah lalu
Yang telah lalu dan kau jadikan abu
Menjadi abu dimana mayatmu membisu
Membisu, orang-orang yang kau cinta kini gagu

2017

WARNA

Ada dua warna di kepalaku:

1. Warna rahim yang melahirkanku
2. Warna abu lepas kremasi

Ketika aku menjelma warna
Tak ada warna yang kupercaya
Kau cahaya, hilang ketika berdansa
Aku warna, namun bukan pelangi maupun bara

2017

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY