Lukisan Nyoman Erawan

PERPLEXED

nikmati saja malam
selayaknya malam
tak kita habiskan untuk tidur
untuk tertawa?
ya, dan bercinta
ingatkan aku
agar tak lupa meletakkan
seiris nyawa
dalam rahim makna

PROMISCUOUS

ritual kudus terendus
demikianlah nafsu
kembalikan al-kitabku
dan tubuhku
menjadi pecandu
bagi cairan milikmu
ciumlah aku
ya, segera
sebelum sia

RAFFERTY

pada awalnya
kita adalah pesuci

◄dan►

pada akhirnya
kita adalah pendosa

DISTRACTED

pagi masih terlalu prematur
untuk menjerang air mata
kutukan kelam belum usai
menyantap usia dan mata
kita untuk turut berduka
teroksidasi ingatan
menyusupi celah-celah diri
rongga yang tak terjamah
pasukan penjelajah
menyantap rimah
seusai pesta
bayi tertawa jenaka
menatap dunia
membinar fana

INCOHERENT

bisakah kau tuliskan perangkap jenis
apa yang menceburkan dirimu
pada resah?
sebaiknya kau tuliskan
tidak dalam huruf-huruf
sebab resah samasekali tidak lazim
di zaman yang mampu menerobos
kerinduan saat ini
kumaknai itu semacam kutukan
atau kau juga boleh menyebutnya
belenggu atas dosa
masa lalu ingatanmu

ADDLE-BRAINED

kembalikan kesucianku
dari balik tubuh
pendosamu

UNRULY

pestamu telah usai?
ah, aku belum selesai
menelan dosa
dan anggur paling zina
tubuh wanita yang mendesah
aroma takdir tak terlacak
sebab semesta telah penuh
para pendosa nista

DISORGANIZED

perangkap yang paling membelenggu
adalah rindu
bila itu sampai terjadi padamu
kau perlu tubuh
untuk menyedot rasa resah
dan gelisah yang mengobrak-abrik
ruang jiwamu

DISORDERLY

musik bisa menenangkan jiwa
pendosa sekaligus peresah
seperti dirimu
percayalah, musik adalah keajaiban
mampu membakar waktu
namun musik tak akan mampu
membakar rindu
seperti debu
yang menderu

*Sembilan judul puisi diatas memiliki arti terjemahan dari Bahasa Inggris yang sama: kacau

SHARE
Previous articlePenyelamat Bapak
Next articleSenang Melihat Lansia Senam dengan Gembira – Kabar KKN Undiksha di Sampalan Tengah
Muhammad Husein Heikal

Kelahiran Medan. Ia menulis puisi, juga cerpen dan esai, yang termuat The Jakarta Post, Horison, Kompas, Media Indonesia, Republika, Analisa, Riau Pos, Pikiran Rakyat, Minggu Pagi, Lampung Post, dll. Puisinya termasuk dalam antologi Pasie Karam (Temu Penyair Nusantara 2016) dan Matahari Cinta Samudra Kata (Hari Puisi Indonesia 2016).

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY