ilustrasi dari ilmukimia.org

“Kimia adalah nyawa”

Kalimat tersebut tidaklah berlebihan. Belajar tentang kimia adalah belajar tentang kehidupan. Belajar mempertahankan kehidupan dan membuat kehidupan ini menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Apa itu Kimia?

Aku adalah seorang guru yang mengajar di sekolah maupun di sebuah lembaga bimbingan belajar (bimbel). Setiap memulai pelajaran, aku selalu bertanya kepada muridku, “Apa itu kimia?” atau “Apa yang anda ketahui tentang kimia?”

Jawaban mereka  beragam, ada yang mengaitkan dengan peristiwa ledakan bom, ada pula yang mengaitkan dengan racun. Bahkan ada yang mengaitkan dengan kasus kopi sianida yang diulas televisi berjilid-jilid beberapa bulan lalu. Dengan kasus-kasus heboh seperti ledakan bom dan racun itu, persepsi siswa tentang kimia menjadi buruk, dan  semakin buruk. Negatif, dan makin negatif.

Hmmmm, tenang saja kimia, aku akan mencoba membersihkan namamu.

“Sebenarnya kimia itu apa sih, Pak?”

Kimia itu adalah ilmu yang mempelajari tentang materi, perubahan materi, dan energi yang menyertai perubahan tersebut.

“Nah, sekarang, materi itu apa, Pak?”

Materi itu adalah segala sesuatu yang memiliki massa dan menempati ruangan. Jadi, semua hal yang ada di sekitar kita itu termasuk materi dan dapat dipelajari secara kimia.

“Tapi di SMP kan tidak ada pelajaran kimia, Pak?”

Kimia di SMP diintegrasikan dengan pelajaran Fisika dan Biologi menjadi IPA Terpadu. Bisakah kalian membedaka  yang mana kimia, fisika dan biologi?

“Fisika itu yang isi hitung-hitungnya, kalau biologi yang makhluk hidup. Tapi kimia yang mana ya?”

Begini, kalau kita belajar fisika, kita mempelajari tentang energi, gaya, kecepatan, cahaya, dan termasuk cara menghitungnya juga. Kalau di biologi kita mempelajari tentang makhluk hidup, baik dari yang terkecil sampai yang terbesar. Sementara, kimia itu adalah yang menghubungkan antara si hidup (biologi) dengan si mati (fisika). Kimia bisa digunakan untuk mematikan yang hidup, mempertahankan kehidupan, dan menghidupkan yang mati.

Kimia itu Dekat, di Dapur Juga Ada

“Ah, masa sih kimia itu ada di dapur?”

Ya dong. Kimia itu ada di mana-mana, jadi waspadalah! Haha, tenang saja. Kimia tidak seseram itu kok. Salah satu senyawa kimia yang terpenting bagi kehidupan kita adalah AIR.

“Kok bisa?”

Air atau water merupakan salah satu materi. Air memiliki massa dan menempati ruangan. Air memiliki rumus molekul H2O, jadi air merupakan salah satu zat kimia.

“Jadi, kalau haus kita minum H20 dong, hahaha.”

Ya, benar sekali. Selain itu, air merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia. Karena tanpa air, kita tidak bisa menyeduh kopi.

“Terus ada lagi gak, Pak?”

Ada dong, masih banyak. Misalnya, garam. Garam merupakan zat kimia dengan rumus NaCl (Natrium Klorida). Kalau masakan hambar kita bisa tambahkan NaCl, kan. Kimia juga ada pada apa yang kita makan. Nasi yang kita makan mengandung karbohidrat dan daging yang kita konsumsi msngandung protein. Buah-buahan mengandung vitamin. Bahkan udara yang kita hirup pun mengandung gas Oksigen dengan rumus O2.

“Wah, jadi selama ini kimia itu selalu ada di sekitar kita ya?”

Ya itu benar sekali. Kimia itu dekat dengan kita tanpa kita sadari. Kimia itu tidak hanya tentang racun, pewarna, pengawet, bom, dan hal menyeramkan lainnya. Kimia itu juga sebagai pemberi kehidupan dan mempertahankan kehidupan. Kalau kata orang lain “tuak adalah nyawa” tapi bagiku “kimia adalah nyawa”

Teett..teett..teett. Bel  berbunyi tiga kali, kemudian aku pun meninggalkan kelas. (T)

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY