Badrul Mustafa Badrul Mustafa Badrul Mustafa (Nuansa Cendekia, 2017) merupakan buku kumpulan puisi karya Heru Joni Putra. Buku ini memuat 40 puisi pilihan dari proses kepenyairan Heru Joni Putra selama 10 tahun, 2006-2016.

Studiohanafi didukung oleh penerbit Nuansa Cendekia, Komite Sastra DKJ dan PKJ TIM akan menggelar peluncuran dan diskusi kitab puisi: “Badrul Mustafa Badrul Mustafa Badrul Mustafa” pada Rabu, 12 Juli 2017 di Galeri Cipta II, Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta.

Acara akan dikemas dalam diskusi santai yang menghadirkan Nirwan Dewanto (Sastrawan) dan Ari Jogaiswara (Dosen Sastra Inggris Universitas Padjadjaran) bersama moderator Hamzah Muhammad (Mahasiswa FIB UI). Selain itu, akan ada pertunjukan oleh Semi Ikra Anggara, teater awan dari Bandung.

Buku puisi ini mencoba menggali berbagai kemungkinan dalam penulisan puisi-puisi yang naratif dengan mengembangkan berbagai bentuk-bentuk sastra yang pernah ada sebelumnya seperti pantun, syair, balada, rubaiyat, dsb. Puisi-puisi Heru Joni Putra dengan berbagai kemungkinan melakukan eksplorasi dari tradisi sastra Minangkabau.

Heru mengembangkan model penulisan petatah-petitih, pantun, dan bentuk-bentuk ungkap lain dalam sastra Minangkabau. Pengembangannya atas bentuk sastra klasik tersebut dikombinasikannya dengan berbagai bentuk puisi dari tradisi sastra kebudayaan lain, seperti bentuk Rubaiyat dari khazanah sastra Arab atau bentuk Balada dari khazanah sastra Inggris.

Eksplorasi atas tiga tradisi kesastraan yang berbeda tersebut dipadukan oleh Heru Joni Putra menjadi sehimpun kisah seorang tokoh yang bernama Badrul Mustafa yang melakukan pengembaraan dari satu zaman ke zaman lain dengan peristiwa dan karakter yang berbeda, sebagaimana disusun dalam buku ini menjadi serangkai puisi yang tematis.

Tema-tema yang disorot dalam puisi-puisi dalam buku ini menyentuh berbagai masalah, mulai dari masalah historis seperti Perang Paderi, masalah pereduksian agama dari aspek spiritual yang penuh perenungan ke aspek ritualitas yang banal, masalah tanah yang sering dihadapi oleh masyarakat pedesaan, masalah kehidupan masyarakat pedagang di pasar, dan sebagainya.

Semua topik-topik tersebut dikemas menjadi satu rangkaian kisah yang tak terikat secara ketat tapi selalu bisa dicari benang merahnya satu sama lainnya. Selain itu, meskipun kisah ini menggunakan latar waktu dan latar tokoh yang berbeda karakter, tetapi tetap kontekstual untuk kondisi zaman ini.

Narahubung:

  • Ratu Selvi Agnesia (Selvi)
  • Manajer Studiohanafi (085721941986)
  • studio.hanafi72@gmail.com
  • selviagnesia@gmail.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY