Menunggu Senja di Desa Selat/ Foto: Joy Sastrawijaya

BERPROFESI sebagai jurnalis, membuat saya harus berkunjung ke banyak tempat untuk menunaikan kewajiban termasuk berkunjung ke berbagai objek wisata yang ada di Buleleng. Jadi saya sedikit lebih tahu ke mana harus pergi untuk menghabiskan libur panjang di Buleleng.

Anggap saja perjalanan berlibur dimulai dari pagi hari, dari arah Denpasar menuju Buleleng. Desa pertama yang kita temukan adalah Desa Pancasari yang berbatasan dengan Tabanan. Karena masih pagi, mari kita sarapan jaje laklak dulu. Dimana?

Jawabnya  di “DJADJA LAKLAK”.  Tempatnya gampang dicari, di pinggir jalan dekat dengan Pos Polisi Pancasari. Warung ini buka dari jam enam pagi hingga jam sebelas siang. Jangan khwatir dengan harga, dijamin tidak bikin kantong kita langsung menipis. Rp.10.000 untuk sarapan laklak dan kopi atau teh hangat, cukuplah.

Selesai sarapan, masih di sekitar Pancasari, kita harus ke mana lagi ya? Ada baiknya kita menuju perkebunan storwbery yang banyak ada di sekitar Danau Buyan. Kita bisa petik langsung strowbery di kebun petani. Berapa harganya? Siapkan uang Rp. 30.000 untuk satu kilo strawberry petik langsung. Jangan lupa berswafoto ya.

Djadja Laklak di Pancasari/ Foto: FB/They Renggo Laulikers

Waktu belum terlalu siang, belum saatnya untuk makan siang. Kita lanjutkkan perjalanan berwisata kita. Tapi harus ke mana lagi ya? Yuks tancap gas menuju Desa Wanagiri, menuju tempat yang kekinian, tempat kita berswafoto dengan latar belakang danau. Kita bisa foto di ayunan, sarang burung, dan di helicopter. Harga tiket masuknya Rp.10.000 per orang. Masih di Desa Wanagiri, kita bisa berkunjung ke Air Terjun Cinta atau Air Terjun Banyumala. Harga tiketnya juga sama Rp. 10.000 per orang.

Jika sudah banyak mengabadikan foto di tempat yang kekinian, hari pasti sudah siang dan saatnya untuk makan siang. Pilihan tempat makan siang, masih bisa di pilih di sekitaran Desa Wanagiri agar rasa lapar tetap terjaga. Makanan apa ya?

Kita masih berada di daerah yang dingin, jadi ada baiknya kita bakan bakso yang hangat. Pilihan tempatnya di sepanjang jalan Wanagari. Di tepi jalan banyak terdapat tempat makan berupa sekapat dengan latar belakang danau buyan. Atau bisa juga di simpang Wanagiri-Pancasari (bojog-bojogan), kita bisa menikmati makan siang berupa sate dan bakso dengan ditemani monyet (bojog) yang selalu ramah menemani makan siang kita. Cukup dengan Rp. 25.000 kita sudah puas untuk menu makan siang yang nikmat.

Sebelum lanjut turun kota Singaraja, mari kita hitung dulu, uang yang sudah kita habiskan di Pancasari dan Wanagiri. Laklak Rp. 10.000 + petik strowberi Rp.30.000 + tempat kekinian Rp. 10.000 + makan siang Rp. 25.000 = Rp. 75.000. Ya baru tujuh puluh lima ribu uang yang kita habiskan setengah hari di Buleleng.

Berswafoto di atas danau di Wanagiri

Makan siang sudah berlalu, mari lanjutkan perjalanan menuju kota singaraja melalui Desa Gitgit. Mungkin banyak yang sudah tahu jika di Desa Gitgit banyak terdapat air terjun. Jika mau mampir di air terjun ada tiga air terjun yang bisa di kunjungi di antaranya Air Terjun Campuhan, Twin Waterfall, dan Air Terjut Gitgit. Tiket masuknya Rp. 10.000/orang, silahkan ditentukan pilihan air terjun mana yang akan di kunjungi.

Jika tiga air terjun di Gitgit ini dilewati, janganlah melewati Air Terjun Jembong di Desa Ambengan. Di Desa Ambengan ada air terjun dan kolam renang. Air Terjun Jembong yang telah ditata oleh kelompok sadar wisata. Di Air Terjun Jembong, selain menikmati keindahan air terjun, kita langsung bisa berendam. Bisa berendam di air terjun atau bisa di kolam renang yang baru saja selesai dibuat. Air yang digunakan di kolam renang memanfaatkan air dari Air Terjun Jembong. Dijamin menyegarkan. Habiskanlah waktu untuk bersantai di kolam renang, sebelum melanjutkan perjalanan mengelilingi Buleleng. Oh ya hampir lupa menyampaikan harga tiket masuk. Harga tiket masuk Rp. 5.000.

Jika sudah berendam, mata pasti ngantuk, saatnya untuk menuju tempat beristirahat. Pilihan tempatnya, jika kalian punya teman di Buleleng mampirlah di sana untuk istirahat ataupun bermalam, jadi cukup murah kan? Kalau tidak punya teman di Buleleng, pesanlah tempat menginap dengan aplikasi perjalanan di smartphone anda. Kenapa lewat aplikasi perjalanan di smartphone? Ya. Pasti lebih mudah dan lebih murah. Diskonnya gede. Kisaran Rp. 150.000 – Rp. 300.000 (jika tidak kehabisan kamar) Hehehe…. Selamat beristirahat jangan lupa untuk hidupkan alarm sebelum senja.

Saat senja, kita pasti ingin menikmati matahari terbenam, jangan harap bisa dapatkan sunset yang indah seperti di Tanah Lot, Tabanan. Maka dari itu, disarankan sebelum senja kita harus bergegas pergi ke Desa Selat menuju Rumah Makan TB “TEPI BUKIT”. Dari TB kita bisa menikmati sunset, yang kita lihat dari perbukitan. Harga makanan di sini pun cukup murah, Rp.50.000 bisalah untuk berdua (jika kita bepergian dengan pasangan).

Terus kalau malam di Buleleng kita ke mana?

Nah, kalau malam sepertinya harus menyiapkan uang yang agak banyak, tempat yang dikunjungi sedikit lebih berkelas. Wisata malam tempat yang paling saya sarankan ya pastilah Ke Krisna Fantastik Land. Banyak wahana yang disiapkan dari biang lala, roda gila, lampion dll, yang pasti banyak lah. Jika mau yang murah, silahkan datang ke pantai penimbangan, untuk sekedar makan jagung bakar dan jus buah. Murah meriahlah.

Bagi anda alcoholic, silahkan pergi ke pasar banyuasri carilah penjual GGH arak beras kas Buleleng harganya Rp. 75.000 perbotol, dijamin malam anda sangat menyenangkan. Untuk menikmati GGH bisa dicampur daun mint, lemon dan minuman bersoda, dijamin rasanya takkan terlupakan.

Kalau lapar ditengah malam, jangan khawatir banyak penjual nasi kuning di seputaran kota Singaraja, bisa juga menikmati rawon pangi yang ada di tengah Pasar Anyar  yang selalu buka di tengah malam.

Nah, Selamat Menikmati Malam Di Buleleng…

Esok pagi sebelum matahari terbit, kita harus sudah bangun, mari kita pergi ke Lovina untuk menonton lumba-lumba di tengah laut. Tinggal datang langsung, atau bisa dipesan sehari sebelumnya. Menonton lumba-lumba yang ada ditengah laut akan menjadi sensasi yang menyenangkan. Lumba-lumba ini akan selalu muncul di lovina setiap pagi. Biayanya Rp. 100.000/orang. Jika mau tawar-menawar mungkin bisa dapat harga yang lebih murah.

Selain menonton lumba-lumba, kita bisa lah untuk sekedar snorkeling di pantai lovina, masih lah ada terumbu karang yang bisa kita nikmati keindahannya, walau tetap lebih indah terumbu karang yang ada di Pulau Menjangan, Pemuteran dan Penuktukan untuk di Buleleng.

Selesai bermain air diLlovina, pasti akan lapar, nah. Saatnya kita mencoba menu khas Buleleng, seperti syobak, serapah, dan belayag. Dimana harus mencarinya? Dagang syobak banyak kita temui di Buleleng. harganya pun bervariasi dari Rp.10.000 hingga Rp.25.000. Untuk serapah, setahu saya, dagang yang masih menjualnya ya cuma di warungnya Pak Kacuak di Jalan Gajah Mada, Banjar Jawa, Singaraja. Syobak dan serapah merupakan olah daging babi.

Terus, belayag nyarinya di mana? Jika terlalu siang, kita tidak akan menemukan dagang blayag di tengah pasar tradisional. Tapi tenang jika agak siang, masih ada yang menjual blayag dan blayagnya lebih keren, blayag beras hitam. Cukup datang ke Rumah Makan Sehat di jalan Gajah Mada. Tenang walau namanya agak seram, harga masih bersahabat dengan isi dompet kesayangan kita.

Selepas menikmati makanan khas Buleleng, perjalanan mari kita lanjutkan, kini ke arah barat buleleng, di Desa Banjar, Kecamatan Banjar. Saatnya berkunjung ke Air Panas Banjar. Mari berileksasi dengan kehangatan air panas alami. Jangan ragu-ragu untuk mandi dan berendam. Biarkan seluruh urat-urat kita melentur sejenak. Harga tiket masuk Rp. 10.000/orang. Bayar murah untuk berendam sepuasnya.

Jika lapar tenang saja, di depan areal parkir Air Panas Banjar, ada satu rumah makan yang menyajikan olahan ikan laut “ATM MINI”. Sekali lagi untuk harga jangan khawatir, semuanya harga yang sangat bersahabat. Dijamin puas, puas makannya puas harganya.

Pemandangan di Bukit Kursi, Pemuteran./Foto: Canestra Adi Putra

Nah ini sedikit informasi buat yang ingin berlibur ke Buleleng. Bisa ditotalkan sendiri berapa ongkos yang harus dikeluarkan untuk menikmati liburan yang menyenangkan di Buleleng. Ini baru sebagian kecil tempat wisata yang saya sampaikan. Masih banyak tempat yang bisa kita kunjungi, untuk bisa mendapatkan semua siapakan waktu berlibur yang panjang setidaknya tiga sampai lima hari di Buleleng.

Secara umum tambahan tempat wisata yang bisa dikunjungi dari Kecamatan Tejakula, ada rumah pohon di Desa Les, snorkeling di Desa Penuktukan.  Di Kecamatan Kubutambahan ada kolam renang Air Sanih dan Air Terjun Carat. Di Kecamatan Sawan, ada Air Terjun Fiji di Lemukih, Air Terjun Sekumpul, Pura Dalem Segara Madu dan Pura Beji Sangsit. Di Kecamatan Buleleng ada penetasan penyu di Pantai Penimbangan. Di Kecamatan Banjar berkunjunglah ke Bali Aga (Sidatapa, Cempaga, Pedawa, Tigawasa). Di Kecamatan Sukasada ada juga Air Terjun Aling-aling. Di Kecamatan Gerokgak ada Desa Pemuteran, Bukit Kursi, Pulau Putih dan Pulau Menjangan.

Masih enggan ke Buleleng? (T)

6 COMMENTS

  1. Maaf om ralat sedikit tulisan nya yg ini,
    rawon pangi yang ada di tengah pasar banyuasri yang selalu buka di tengah malam.
    Mungkin yg di maksud pasar banyuasri disini pasar anyar om ada beberapa pedagang nasi rawon pangi dari jl. Ponogoro sebelah jl manggis pak kirno nama nya 10.000-
    15.000/ porsi, di sebelah nya ada nasi goreng, ada kebab juga di depan Toko jati Abadi depan nya ada senggol di jl sawo buka dari jam 5 sampai jam 11 malam om, buka jam 10 malam om, kalo di dalam pasar ada di sebelah bank bri dalam pasar, 3 sif jam 10, 12, jam 2 15.000/ porsi malam om satu keluarga yg jualan di satu lokasi bergantian…..
    Ada juga nasi kuning di taman lila jl. Ayani barat lampu merah
    Ada nasi jinggo di depan bank Mandiri, ada angkringan di barat lampu merah dewi sartika depan bank bri seberang jalan, untuk yg suka sea food ada di depan bengkel sama jaya lalapan dan seafood
    Smoga bermanfaat

LEAVE A REPLY