HATI-HATI dengan tombol “share” atau “bagikan” di beranda profil medsosmu. Apa yang kamu bagikan mencerminkan pemikiran, argumen, bahkan sikapmu. Berbagi di media sosial tidaklah seperti berbagi dengan teman satu genk-mu atau teman sekelasmu yang terbatas itu.

“Teman”-mu di facebook rata-rata ribuan. Followers-mu di Instagram maupun twitter juga sama banyaknya. Maka, apa yang kamu bagikan itu sudah menjadi konsumsi publik yang luas. Yang jika kamu sembarangan berbagi, akan berpengaruh dengan nama baikmu.

Pilkada DKI yang berasa pemilihan Presiden dunia akhirat ini memang memancing kita mengemukakan pendapat. Tapi, sering kali, konten hujatan yang malah kamu bagikan. Bahkan pernah sampai mantan guru saya membela setengah mati idolanya dengan mengemukakan kata-kata berbau SARA. Selain itu, konten yang dibagikan sama baunya.

Entah siapa yang salah. Guru saja begitu, bagaimana kaum mudanya? Hmmm…

Seringkali, kamu membela calon yang kamu sukai juga dengan cinta buta. Dengan menyebut pesaingnya dengan kata-kata tak pantas. Yang bahkan melukai bukan hanya pasangan calon, tapi juga teman baikmu sendiri.

Ayolah, katanya Bhinneka Tunggal Ika, tapi kok malah begini. Apa gunanya patung Garuda Pancasila yang selalu diletakkan di antara foto pemimpin? Karena pemimpin seyogyanya menyatukan, tidak membuat kita saling hujat. Maka pilihlah pemimpin bukan karena hujatan, tapi karena dasar persatuan.

Entah apa responmu, ketika kamu baca lagi apa yang sudah kamu bagikan hari ini, dua tiga tahun mendatang. Entah berapa teman yang lain agama, lain ras, yang biasa dekatmu jadi menjauh karena apa yang kamu bagikan itu.

Setelah seperti itu, siapa yang akan kamu salahkan? Penyebar HOAX? Jelas tidak. Yang salah kamu sendiri yang mudah percaya dan bahkan mudah membagikannya di berandamu. Barangkali penyebar HOAX sudah kaya raya karena kamu beri trafik tinggi di web-nya.

Penyebar HOAX sengaja memancingmu agar kamu membagikannya. Ibarat memancing, momen ini adalah danau penuh ikan lapar. Yang diberi cacing kecil saja sudah berebut. Itulah kita. We love bad stories, we love bad news, kalau kata teorinya. Kalau kita tergoda, mereka dapat makan, kita tinggal tulang.

Mari kita berpikir lagi, merenung lagi, kalau perlu semedi atau puasa 40 hari dulu sebelum memutuskan menekan tombol “share” atau tidak. Jangan sampai tombol itu merusak hidupmu…

Salam dari teman yang prihatin denganmu. (T)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY