MENYEBUT  Suku Maya kita akan ingat dengan kisah atau pengetahuan modern dan canggih masa lampau yang pernah dipraktekkan oleh Bangsa Maya di Mexiko selatan, Amerika Latin.

Diyakini peradaban Suku Maya masih menyimpan misteri. Para peneliti pun menyebut di balik peninggalan benda-benda kuno Suku Maya, menyimpan pengetahuan yang sangat “halus” (rahasia) dan tak terduga.  Disebut “halus” karena pengetahuan dibalik peninggalan kuno suku maya hanya bisa dipahami orang-orang yang memiliki kesadaraan dan pengetahuan tinggi.

Saya pun tergelitik untuk menghubung-hubungkaan “pengetahuan maya” yang dimiliki oleh Bangsa/Suku Maya di Mexiko selatan dengan fenomena kehidupan sekarang.  Kini  “suku maya” tumbuh sumbur di jejaring media sosial online.  Jejak bangsa atau Suku Maya di Mexiko dengan “suku maya” di media online adalah dua hal yang berbeda, tetapi tetap saja ada sisi-sisi yang sama, yaitu sama-sama memiliki nilai, pengetahuan, fungsi dan pengaruh yang sangat tinggi terhadap perkembangan pola kehidupan manusia dijamannya.

Di manapun pengetahuan adalah landasan dalam strategi gerakan sosial yang sangat berpengaruh dalam kehidupan, sebagian bergerak dan digerakan secara halus, tidak mudah dilihat dengan mata telanjang-maya dan rahasia.

Fenomena “gerakan halus” bukanlah hal baru, selalu ada dalam beragam bentuk dan terjadi di setiap jaman. Bahkan dalam legenda rakyat, fenomena gerakan “maya” dicerminkan sebagai sosok pribadi seperti dalam cerita “Mayadenawa” atau ada juga yang menyebutnya “Mayabawana” yaitu sesuatu yang halus yang bisa merubah sesuatu secara evolusi dan berlahan.

Sebenarnya bukan wujud pribadinya yang penting tetapi sifat-sifat yang ada dalam sosok pribadi tersebut. Sifat yang selalu ada dan lahir di muka bumi. Sifat-sifat itulah yang kemudian menjadi “penghubung” karena di dalam sesuatu yang dianggap baru selalu ada hal-hal lama, sebaliknya sesuatu yang dianggap lama/kuno tersimpan hal-hal baru.

Kini seiring perkembangan tekonologi informasi fenomena “Mayabawana” di media sosial kembali ramai dibicarakan orang. Pengetahuan dan teknologi maya media online bisa dengan cepat menyebarkan informasi dalam bentuk tulisan, gambar maupun suara.

Di jejaring sosial mereka bisa memainkan keadaan sesuai selera, tidak saja bagi anggota dan teman-temannya, tetapi juga  memainkan para elit bahkan kekuasaan negara. Sementara bagi mereka yang tidak memiliki kesadaran dan pengetahuan cukup, pasti bingung, terprovokasi dan mudah diadu domba.

Awalnya pergerakan suku maya (grup) di jejaring sosial hanya untuk memudahkan komunikasi antar anggota kelompok tertentu saja, aliran materi dan topiknya pun terbatas ibarat “sekte-sekte” di masa lalu.

Maksud dan tujuan grup pun sudah tercermin pada nama grup yang dibuat. Karena teknologi terus berkembang  “sekte-sekte” online itu pun berubah haluan menjadi pemain utama dalam ruang-ruang viral tanpa batas. Cukup dengan satu jari bisa merubah dunia.

Gerakan “suku maya” di media online bukanlah sesuatu yang “mistis” dalam kehidupan nyata, semua ada karena pengetahuan dan bisa dipelajari.  Namun walau sudah terbukti mampu merubah peradaban bangsa-bangsa di dunia gerakan ekstrim “suku maya” tidak mudah diatur dalam pasal-pasal negara, bergerak cepat melampoi kemampuan prangkat-prangkat negara.

Jadi benar di balik peninggalan kuno Suku Maya di Meksiko dan perkembangan peradaban “suku maya” di media online sama-sama menyimpan misteri. Dibutuhkan generasi baru dengan kesadaran dan pengetahuan tinggi untuk mengungkapnya. Sehingga tidak disalahgunakan atau digunakan secara sembarangan (Ajewera) dan sebaliknya bisa menjadi viral yang dapat memperteguh kemartabatan budaya bangsa-bangsa yang sesungguhnya. (T)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY