Adegan film "Malam Minggu Miko Movie". Sumber: google

PERNAHKAH tersirat di pikiran anda apa itu “Malam Minggu”? Dan apa bedanya dengan “Sabtu Malam”? Rasanya hanya beda istilah dengan makna yang sama. Istilah mana yang lebih sering anda gunakan? Dan apa alasannya?

Rasanya itu hanya sebuah istilah yang mengartikan besok libur dan mari kita bersenang-senang.

Apa yang harus dilakukan untuk merayakan hari libur esok harinya? Kebanyakan orang menghabiskan waktunya dengan berbagai cara.

Ya dalam kalangan anak-anak paling cuma bisa tidur di rumah tidak sabar menunggu Minggu paginya untuk menonton kartun kesayangannya, dan di kalangan orang tua hanya bisa istirahat penuh, memulihkan kondisinya untuk kembali beraktifitas pada Senin besoknya.

Bagaimana di kalangan Darah Muda? Banyak cara yang bisa dilakukan untuk menghabiskan waktu dan tenaganya untuk bersenang-senang dan merayakan hari libur esok harinya.

Apa sih yang bisa dilakukan Darah Muda? Semua bisa ia lakukan dengan tanpa beban pikiran. Contohnya  berkeliaran di jalan, pacaran di tempat umum, minum-minuman keras, pergi ke diskotik, menggunakan narkoba, dll.

Rasanya semua bisa dilakukan dengan penuh semangat baik dari hal yang positif sampai hal yang negatif, dan cenderung hal negatif yang lebih banyak dilakukan oleh para Darah Muda apalagi semua itu dilakukan tanpa beban pikiran.

Kenapa demikian? Menurut Bang Haji Rhoma Irama dalam lagunya yang berjudul “Darah Muda” berkata;

Darah muda darahnya para remaja
Yang selalu merasa gagah
Tak pernah mau mengalah
Masa muda masa yang berapi-api
Yang maunya menang sendiri
Walau salah tak perduli
Darah muda…

Biasanya para remaja
Berpikirnya sekali saja
Tanpa menghiraukan akibatnya

Dari lagu tersebut kita bisa melihat bahwa Darah Muda atau generasi muda Indonesia yang dikatakan Bang Haji Rhoma Irama terkesan sangat bersemangat, tidak peduli dan melakukan sesuatu ke arah yang negatif tanpa menghiraukan akibatya.

Apakah kita harus tetap membudayakan hal tersebut? Dan membiarkan para Darah Muda kita berjalan ke arah yang negatif?

Saya rasa tidak, masih banyak hal positif yang bisa dilakukan dari pada hal negatif yang cenderung menuju kearah kriminalitas.

Contohnya saja sebagai Darah Muda kita bisa menghabiskan Malam Minggu kita dengan begadang mengerjakan tugas kuliah, bermain game, kumpul bareng teman kos, dll.

Lho, pacaran apa tidak boleh? Ya tentu bisa. Tapi tak sekadar pacaran, melainkan pacaran sambil begadang kerjakan tugas, pacaran sambil main game (benar-benar main game) bersama, pacaran sambil kumpul bareng teman kos, dll.

Agar salah satu lagu dari Bang Haji Rhoma Irama tersebut tidak dipandang sebelah mata, yaitu hanya memandang dari sisi pandangan generasi muda Indonesia jaman sekarang yang sudah tercemar dengan pengaruh negatif dari globalisasi dan kekinian.

Harusnya kita lebih melihat dari sisi nasehat yang telah disisipkan oleh Bang Haji Rhoma Irama dalam lagunya yang berjudul “Darah Muda” yaitu;

Wahai kawan para remaja
Waspadalah dalam melangkah
Agar tidak menyesal akhirnya

Sehingga kita bisa mengubah perspektif kita terhadap Darah Muda kita, tidak hanya melihat dari sisi yang terkesan sangat bersemangat, tidak peduli dan melakukan sesuatu ke arah yang negatif tanpa menghiraukan akibatya, tetapi lebih melihat bahwa masa peralihan dari masa kanak-kanak ke masa Darah Muda (remaja) merupakan masa yang sangat rentan dengan pengaruh negatif dari globalisasi yang harus berhati-hati dalam melangkah agar tidak menyesal pada akhirnya.

Tentu saja masa peralihan ini sangat butuh bimbingan yang intensif dari orang tua, teman sebaya dan masyarakat untuk bersama-sama saling membantu agar tidak terjerumus ke dalam dampak negatif dari globalisasi dan kekinian. (T)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY