Foto: Ole

APA yang kalian pikirkan setelah mendengar kata perempuan? Lemah? Cengeng? Orang yang membuat lelaki selalu merasa susah? Penakut? Manja? Atau kalian punya pikiran lain tentang perempuan? Jika kalian, khususnya para lelaki mempunyai pikiran seperti kata-kata di atas, kalian semua salah.

Tanpa perempuan manusia tidak akan pernah ada, begitupun juga tanpa laki-laki. Ya, kita memang saling membutuhkan, dan memang kodratnya Tuhan menciptakan perempuan dan laki-laki untuk saling melengkapi.

Sosok perempuan memang sudah seharusnya dihormati, dihargai, dan tidak diperlakukan semena-mena. Dan sebagai perempuan juga harus menghormati laki-laki, bukan malah memanfaatkan laki-laki atas perlakuan spesial yang mereka berikan kepada perempuan.

Namun, tak sedikit remaja perempuan pada zaman sekarang ini yang tak dapat hidup mandiri, mereka selalu menggantungkan hidupnya pada orang lain dan tak pernah mau untuk berusaha. Mengapa? Balik lagi pada diri sendiri.

Seperti yang kita lihat dan ketahui sendiri, di lingkungan sekitar kita, banyak sekali remaja perempuan yang masih dimanja oleh kedua orang tuanya. Ya, mereka dimanja mungkin karena memang para orang tua mereka memiliki banyak harta, sehingga apa yang anak mereka minta, dengan mudah para orang tua akan memberinya.

Saya kira, remaja seperti itu jarang memikirkan keadaan kedua orang tuanya. Mereka hanya meminta, meminta, dan terus meminta. Jika keinginan mereka tak terpenuhi, mereka akan melakukan hal-hal yang tak seperti biasanya dilakukan, seperti kabur dari rumah, mogok makan, mogok belajar, dan lain sebagainya.

Padahal hal semacam itu akan merugikan diri sendiri. Orang tua bekerja memang untuk anak, tapi jika anak terus-terusan dimanja, dampak buruk sudah menanti di masa depan mereka.

Sebagai remaja perempuan, saya, dan kalian semua sudah sepatutnya mempersiapkan diri menjadi perempuan matang untuk bekal di masa depan nanti. Mengapa? Karena memang sudah seharusnya perempuan bisa melakukan segala hal, termasuk pekerjaan laki-laki. Ya walaupun pekerjaan laki-laki yang masih dapat dikategorikan sebagai pekerjaan ringan.

Menjadi seorang perempuan tidak boleh manja, tidak boleh lemah, tidak boleh mengeluh, dan harus melakukan segala sesuatu dengan hati yang senang dan iklas. Gampang? Jelas tidak, semua butuh pengorbanan.

Sebagai seorang perempuan sudah sepatutnya dapat melakukan segala pekerjaan ringan, seperti pekerjaan rumah. Dimulai dengan memasak, mencuci piring, mencuci pakaian, menyapu, menyetrika, dan sebagai perempuan Bali, kita juga harus bisa mejejaitan.

Apa kata orang-orang jika kita tidak pandai melakukan hal-hal mudah seperti pekerjaan rumah? Kita memang tidak perlu mendengar semua ucapan orang, karena akan ada saja orang-orang yang tidak menyukai kita dan akan membicarakan kita di belakang, tapi sejujurnya pembicaraan seperti itulah yang akan membuat diri kita menjadi lebih pantas sebagai sosok perempuan.

Belum lagi, dewasa nanti sebagai seorang perempuan kita pasti akan mengikuti suami, ya tinggal bersama suami. Syukur-syukur jika hanya tinggal bersama suami. Bagaimana jika bersama mertua juga? Lebih syukur lagi jika mertua itu baik, bagaimana jika galak? Nah lho. Tinggal bersama mertua galak tak menjadi masalah jika kita bisa menarik hati mertua.

Bagaimana cara menarik hati mertua? Ya dengan memiliki sifat rajin, sopan santun, murah senyum, dan selalu menuruti nasihat dari orang tua. Dengan demikian, mau tidak mau mertua akan luluh hatinya, dan hidup rukun bersama mertuapun bisa kita jalani dengan sangat baik.

Menjadi seorang perempuan memang tidak gampang, karena semua memang butuh pengorbanan dan hati yang iklas untuk menjalaninya. Dan sudah sepatutnya sebagai remaja perempuan mempersiapkan diri dari sekarang untuk menjadi sosok perempuan yang lebih pantas. Jadilah remaja perempuan yang patut dibanggakan. Karena menjadi cantik saja tidak cukup. (T)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY